Air Sungai Cileungsi Tercemar, Bakal Jadi Masalah Serius Bagi Warga Cibubur dan Sekitarnya

- 29 Juli 2022, 11:19 WIB
AKSI membersihkan sampah bambu dari Sungai Cikeas, Kabupaten Bogor.
AKSI membersihkan sampah bambu dari Sungai Cikeas, Kabupaten Bogor. /

SEPUTAR CIBUBUR -  Permukaan air Sungai Cileungsi di Desa Bojong Kulur, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, berbusa dan mengeluarkan aroma tidak sedap pada Rabu 26 Juli 2022.

Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) sebenarnya telah mendesak pemerintah untuk melakukan investigasi atas pencemaran lingkungan yang dinilai sudah lama terjadi pada Sungai Cileungsi.

"Ada yang bau menyengat ada yang bau amis. Kalau bau amis ini diduga dari limbah daging, itu dari industri-industri yang berhubungan dengan makhluk hidup. Itu harus ada yang lakukan investigasi. Kalau yang bau menyengat biasanya yang pakai bahan kimia," ungkap Ketua KP2C, Puarman di Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 28 Juli 2022.

 Baca Juga: Sungai Cileungsi Cikeas Tercemar, Berbusa dan Keluarkan Aroma Tak Sedap

Menurutnya, aroma tak sedap dan tumpukan busa di Sungai Cileungsi bukan hanya kali ini terjadi. Hanya saja busa yang diduga berasal dari limbah itu kali ini volumenya lebih besar.

Di Curug Parigi ini memang hampir setiap hari ada buih itu. Jadi alirannya dari sebelum Curug itu, bisa jadi dari Kabupaten Bogor atau dari Kota Bekasi, kita belum tau dari mana asalnya," ujarnya.

Puarman menduga, tumpukan busa itu bermunculan karena air sungai yang sudah terkontaminasi limbah kimia mengalami turbulensi ketika mengalir dari Curug.

 Baca Juga: Aturan Lalin di Puncak Saat Libur Tahun Baru Islam, Berlaku Jumat Hingga Minggu

"Buih ini belum tahu pasti jenisnya apa, tapi diduga ini limbah dari laundry atau domestik. Itu perlu pembuktian, tidak mudah memang untuk membuktikannya. Tapi harus ada upaya pemerintah jangan diam-diam aja," kata Puarman.

Halaman:

Editor: Ruth Tobing


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x