Penggunaan Internet Meningkat, Menaker:Tingkatkan Keamanan Informasi Sistem Pemerintahan

- 29 Juli 2022, 07:34 WIB
Menaker Ida Fauziah
Menaker Ida Fauziah /Kamsari/Dok. Humas Kemnaker


SEPUTAR CIBUBUR -- Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyebut, dengan meningkatnya pengguna internet, mengindikasikan bahwa kapabilitas masyarakat dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi juga mengalami peningkatan. Sejalan dengan peningkatan tersebut, ancaman siber turut mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), terdapat 1,638 milyar serangan siber periode Januari s.d Desember 2021, meningkat sebesar 230,6% dari tahun 2020 yang hanya sebesar 495,3 juta serangan siber.

Baca Juga: Sasar Milenial Graha Laras Sentul Tawarkan Uang Muka Hanya Rp10 Juta All In

Hal itu dikatakan Menaker Ida Fauziyah, saat meluncurkan Ketenagakerjaan Computer Security Incident Response Team atau Ketenagakerjaan-CSIRT di Jakarta, Kamis (28/7/2022).

"Peluncuran Ketenagakerjaan-CSIRT ini sebagai bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan dan menjaga keamanan informasi sistem pemerintahan," kata Menaker Ida dalam sambutannya.

Menaker menjelaskan, layanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang dilakukan oleh instansi pemerintah sering kali menjadi sasaran serangan siber, yang berdampak sangat merugikan. Karena bukan saja mengganggu layanan publik tetapi juga dapat menurunkan kredibilitas lembaga secara khusus, dan pemerintah secara umum.

Ia menegaskan, pihaknya membuka beberapa kanal untuk menerima respon terkait masalah keamanan informasi di lingkungan Kemnaker, baik melalui form aduan website maupun media yang lain. Selanjutnya tim akan memberikan peringatan terkait adanya insiden kepada pemilik sistem elektronik, serta menyediakan informasi statistik terkait hal tersebut.

"Dengan berkumpulnya kita semua di sini, mari kita buktikan komitmen bersama untuk menjaga keamanan informasi sistem pemerintahan agar mampu menjadi sistem pemerintahan berbasis elektronik yang handal, masif dan teruji, " ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, Hinsa Siburian menyatakan, dalam menjalankan perannya sebagai pengelola insiden siber di lingkungan Kemnaker, kemampuan SDM Ketenagakerjaan-CSIRT perlu ditingkatkan melalui program pelatihan, workshop, serta yang paling penting perlunya simulasi penanganan serangan siber dengan berbagai skenario.

Halaman:

Editor: Kamsari


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x