Polisi Tengah Mencari Motif Penembakan Massal yang Menewaskan Sebanyak 11 Orang di Los Angeles

- 24 Januari 2023, 11:44 WIB
Ilustrasi. Penembakan saat perayaan Imlek di Los Angeles/
Ilustrasi. Penembakan saat perayaan Imlek di Los Angeles/ /Pexels/Somchai Kongkamsri

SEPUTAR CIBUBUR - Penyelidik mengumpulkan 42 selongsong peluru dari lokasi salah satu penembakan massal paling berdarah di California saat mereka mencari petunjuk pada hari Senin mengenai motif apa yang mendorong seorang pria bersenjata lanjut usia untuk melepaskan tembakan di ruang dansa yang sering dia kunjungi dan menewaskan 11 orang, sebelum akhirnya bunuh diri.

Polisi mengidentifikasi Huu Can Tran, 72, sebagai satu-satunya tersangka dalam pembantaian yang terjadi Sabtu malam di tengah perayaan Tahun Baru Imlek 2023 di kota Monterey Park, pusat komunitas Asia-Amerika di sebelah timur pusat kota Los Angeles.

Baca Juga: Prancis dan Jerman Bertekad Bantu Ukraina melawan Rusia

Pihak berwenang mengatakan dia pergi ke ruang dansa lain di mana serangan kedua yang akan terjadi digagalkan dan kemudian menembak dirinya sendiri sampai mati di dalam mobilnya yang diparkir saat polisi mendekat untuk melakukan penangkapan pada hari Minggu, mengakhiri perburuan intens sekitar 12 jam setelah amukan. .

Sepuluh orang tewas dan 10 lainnya luka-luka ketika Tran melepaskan tembakan ke Star Ballroom Dance Studio, sebuah tempat yang populer di kalangan pelanggan tua keturunan Asia, kemudian pergi.

Baca Juga: Presiden Ukraina, Zelenskiy Berjanji akan Segera Menghadapi Korupsi di Ukraina

Salah satu korban yang dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis meninggal karena luka-lukanya pada hari Senin, kata Kepala Polisi Monterey Park Scott Wiese kepada wartawan.

Semua yang tewas, enam wanita dan lima pria, berusia 50-an, 60-an dan 70-an, kata kantor koroner.

Bahkan ketika polisi daerah Los Angeles melakukan penyelidikan di hari kedua, terdapat tujuh orang dilaporkan tewas dalam penembakan massal terpisah di kota pesisir California utara Half Moon May pada hari Senin.

Halaman:

Editor: sugiharto basith budiman

Sumber: Reuters


Tags


Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x