Elizabeth II Penjaga Tradisi Monarki di Era Perubahan dan Tetap Berjaya

- 9 September 2022, 07:51 WIB
Ratu Elizabeth II dalam pusaran sejarah dunia
Ratu Elizabeth II dalam pusaran sejarah dunia /Instagram/@theroyalfamily

SEPUTAR CIBUBUR - Ratu Inggris, Elizabeth II, yang meninggal di Istana Balmoral, Inggris, Kamis, 8 September 2022, memecahkan rekor demi rekor sebagai pucuk pimpinan Kerajaan Inggris yang paling lama memerintah.

Ratu Elizabeth II menjadi simbol abadi Inggris, yakni negara di mana dia memerintah selama 70 tahun bahkan ketika Inggris terus berubah, mulai kehilangan jati diri kerajaannya dan mengalami pergolakan sosial.

Beberapa komentator menggambarkan pemerintahan Elizabeth II sebagai "zaman keemasan" yang mengingatkan pada masa Ratu Elizabeth I, yang memerintah Inggris 400 tahun yang lalu selama periode pertumbuhan kekuasaan dan perkembangan budaya.

Baca Juga: Profil Ratu Elizabeth II, Memimpin Monarki Inggris Selama 70 Tahun

"Saya pikir kami (masyarakat Inggris) dipandang sebagian melalui prisma sang ratu yakni dari konsistensi, kebijaksanaan yang telah ditunjukkannya, semua itu terlihat jelas dalam cara orang memandang Inggris," kata Valerie Amos, mantan politisi yang juga politisi kulit hitam pertama yang ditunjuk oleh kerajaan untuk "Orde Garter" kuno.

Yang lain mengatakan bahwa pengaruh ratu berusia 96 tahun itu terhadap bangsa Inggris kurang mendalam dibandingkan dengan leluhurnya yang termasyhur, di mana kekuasaan kerajaan telah menyusut sejak zaman Ratu Elizabeth I.

Beberapa kritikus berpendapat bahwa Ratu Elizabeth II tidak meninggalkan bekas pemerintahan yang nyata, hanya sebuah institusi yang tidak sesuai untuk tujuan di dunia yang diwarnai dengan aspirasi egaliter, komentar media sosial yang tidak sopan dan pengawasan sepanjang waktu oleh outlet media terhadap anggota kerajaan.

Baca Juga: Ratu Elizabeth II Wafat, Liga Inggris Bakal Ditunda

Namun, warisan Ratu Elizabeth II masih tetap luar biasa, yakni memastikan monarki selamat dari era perubahan yang cepat.

Halaman:

Editor: Erlan Kallo

Sumber: Antara


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x