THK Forum Perkenalkan BFA untuk Atasi Kesenjangan Pembiayaan TPB

- 10 Agustus 2022, 21:58 WIB
Ketua Umum Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID) dan Executive Lead Tri Hita Karana (THK) Forum Tantowi Yahya (kanan). Foto: dok. UID
Ketua Umum Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID) dan Executive Lead Tri Hita Karana (THK) Forum Tantowi Yahya (kanan). Foto: dok. UID /

SEPUTAR CIBUBUR – Saat ini, banyak negara di dunia, termasuk negara-negara G20 tengah menghadapi tantangan untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan aksi perubahan iklim karena adanya kesenjangan dalam hal pembiayaan.

Untuk mengatasi permasalahan pembiayaan ini, sejak Oktober 2021, para pemimpin G20 mendorong G20 Framework for Voluntary Support untuk diintegrasikan ke dalam Integrated National Financing Frameworks (INFF).

Sejak pertama kali diperkenalkan di Addis Ababa Action Agenda oleh anggota PBB di tahun 2015, INFF telah menjadi kerangka pembiayaan yang mendorong sekitar 86 negara, temasuk Indonesia, untuk menyiapkan rencana yang lebih transparan dan alat penyaluran pembiayaan untuk upaya pencapaian TPB dan aksi perubahan iklim.

Baca Juga: Hipmi Buka Pendaftaran Calon Ketum 2022-2025, Ini Syaratnya

Diskusi terkait pembiayaan pembangunan ini menjadi topik diskusi dalam 3rd Development Working Group Side Event berjudul Integrated National Financing Framework (INFF) yang menghadirkan perwakilan pemerintah, sektor swasta, filantropi dan pemangku kepentingan terkait di Bali Nusa Dua Conference Center (BNDCC), Selasa 9 Agustus 2022.

Mewakili pihak filantropi, Tantowi Yahya selaku Ketua Umum Yayasan Upaya Indonesia Damai (UID) dan Executive Lead Tri Hita Karana (THK) Forum mengungkapkan inisiatif bernama Global Blended Finance Alliance (BFA) yang bisa menjadi salah satu solusi sumber pembiayaan potensial untuk mencapai target TPB.

“Banyak negara anggota G20 menghadapi tantangan untuk bisa memenuhi target TPB di tahun 2030 mendatang. Target ini akan sangat sulit dicapai jika hanya mengandalkan APBN saja.

Baca Juga: Daftar 383 Aset Kripto di Pasar Fisik Bappebti, Adakah Lego Coin? Cek!

Untuk itu, blended finance bisa menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan pembiayaan ini,” kata Tantowi Yahya.

Tantowi lebih lanjut menuturkan bahwa blended finance akan menarik para investor, pelaku bisnis, dan filantropis dunia untuk mulai mengalokasikan investasi mereka bukan untuk kepentingan bisnis semata, tapi untuk investasi yang memiliki dampak sosial dan lingkungan.

Tantowi mengungkapkan, Tri Hita Karana (THK) Forum adalah sebuah platform di mana para filantrofis ini berkumpul bersama pemerintah dan pelaku bisnis.

Di THK Forum inilah, ketiga sektor memunculkan inisiatif untuk mulai berinvestasi pada upaya-upaya untuk membantu pencapaian TPB.

Halaman:

Editor: Ruth Tobing


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x