Tanggapan Pihak Garuda Atas Penurunan Saham Diluar Kewajaran Menurut BEI

- 19 Januari 2023, 10:26 WIB
Garuda Indonesia
Garuda Indonesia /Brain Sihotang/SeputarCibubur

SEPUTAR CIBUBUR - Pergerakan saham Garuda Indonesia">Garuda Indonesia (GIAA) sudah mengalami 10 kali auto reject bawah. Ini terjadi sejak awal tahun 2023. Sampai perdagangan Rabu (18/1), saham Garuda minus poin atau 0,99 persen menjadi Rp100.

Saham Garuda ditransaksikan 1,56 miliar lembar, dengan frekuensi 24.868 kali senilai Rp154,92 miliar. Pergerakan saham PT Garuda Indonesia">Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tengah diawasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham Garuda Indonesia">Garuda Indonesia dianggap mengalami penurunan harga di luar kebiasaan atau (Unusual Market Activity/UMA).Hal ini diumumkan oleh Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan. Namun menurutnya hal ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Merespons itu, manajemen Garuda Indonesia">Garuda Indonesia menyebut aktivitas perdagangan periode 3-11 Januari 2023 dari aktivitas kreditur yang memiliki saham hasil konversi utang kreditur berdasar perjanjian perdamaian.

Baca Juga: IHSG Hari ini 19 Jan 2023 Cenderung Mixed, bursa AS Menurun Eropa dan Asia Pasifik Bergerak Variatif


Dasar perjanjian perdamaian ini sebagaimana diatur dalam Putusan Homologasi Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 27 Juni 2022 telah memiliki kekuatan hukum tetap sesuai Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1454 K/Pdt.Sus-pailit 2022 tanggal 26 September 2022 yang mengatur bahwa salah satu transaksi penambahan modal perseroan dari konversi utang kreditur telah direalisasikan pada 28 Desember 2022.


Persentase kepemilikan saham kreditur tercatat 22,63 persen. Konversi saham tersebut tidak memiliki ketentuan periode lock-up sehingga saham dapat dijual sewaktu-waktu.

”Kondisi itu, memungkinkan kreditur melepas kepemilikan saham untuk memperoleh manfaat lebih likuid,” kata Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia">Garuda Indonesia, menjawab pertanyaan Bursa Efek Indonesia.


Irfan menyebut saat ini tidak terdapat informasi atau fakta material selain telah disampaikan melalui keterbukaan informasi. Garuda Indonesia">Garuda Indonesia terus melakukan penguatan fundamental termasuk antara lain penambahan armada berbadan kecil (narrow body) untuk mendukung operasional perusahaan dalam melayani penumpang.

Halaman:

Editor: Ruth Tobing

Sumber: CNBC emitennews


Tags


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x