IHSG Hari Ini 28 September 2022 Berpeluang Naik Di Tengah Reaksi Bursa Dunia Atas Dampak Resesi Ekonomi AS

- 28 September 2022, 08:34 WIB
IHSG
IHSG /Iwan Pur/Pixabay/PIX1861

SEPUTAR CIBUBUR - Pada perdagangan kemarin (27/9) IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level 7,112 disertai adanya kenaikan volume perdagangan.Meskipun diperkirakan menguat, nampaknya IHSG hanya akan menguji rentang area 7150-7170 terlebih dahulu.

Trend Bullish, selama di atas 7.148. IHSG closing dibawah 5 day MA (7.165). Indikator MACD bullish, Stochastic oversold, closed di atas 7.037 (60 day MA), candle inside day. Setelah closed di bawah 7.148, IHSG next demand area di 7.015 - 7.073. Dominan power Buy. Range breakout berada di 7.015 - 7.255.

Resist: 7.138/7.172/7.225/7.253. Support: 7.077/7.015/6.968/6.902. Perkiraan range: 7.060 - 7.170.

Kombinasi kembali terjungkalnya Indeks DJIA dihari keenam sebesar -125.82 pts/-0.43% (sehingga selama 6 hari perdagangan Indeks DJIA turun tajam sebesar -1884.8 pts/-6.22%) sebagai response belum berakhirnya antisipasi akan terjadinya penurunan earning emiten sebagai dampak Resesi Ekonomi yang akan terjadi di AS.

Jatuhnya EIDO  dihari ketiga sebesar -0.74% ditengah kembali turunnya harga beberapa komoditas seperti: Nikel turun dihari kelima sebesar -2.08% serta kembali naiknya yield Obligasi Indonesia tenor 10 tahun ke level 7.517% berpeluang menjadi sentimen negatif bagi perdagangan Rabu ditengah upaya IHSG untuk rebound alias bangkit menguat setelah sebelumnya terjadi penurunan IHSG selama 3 hari berturut-turut sebesar -106.45 pts/-1.48%

Baca Juga: Simak 14 Lokasi Layanan Samsat Keliling di Jadetabek

Harga minyak naik sekitar US$ 2 per barel dari level terendah dalam 9 bulan yang dicatat sehari sebelumnya. Dukungan harga datang oleh pembatasan pasokan di Teluk Meksiko Amerika Serikat (AS), jelang Badai Ian dan pelemahan dolar AS dari level terkuatnya dalam dua dekade.

Bursa Wall Street mencatat pergerakan yang beragam. Kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,43%, begitu juga dengan S&P 500 yang turun 0,21%, namun di sisi lain indeks Nasdaq menguat 0,25%. S&P 500 mencapai titik terendahnya selama tahun 2022.

Yield treasury 10 tahun AS naik menjadi 4%, tertinggi paling tidak dalam 10 tahun terakhir. Bursa Eropa mencatat pergerakan yang bervariasi seperti DAX Performance Index yang melemah 0,72%, namun Euronext 100 Index menguat tipis 0,06%. Saham-saham di sektor minyak dan gas mendukung penguatan indeks.

Halaman:

Editor: Ruth Tobing

Sumber: Yahoo Finance BNI Sekuritas dailyfx.com CNBC


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

PRMN TERKINI

x