IHSG Hari ini 20 September 2022 Waspada Koreksi, Bursa Wall Street Menguat Saat Asia Pasifik Melemah

- 20 September 2022, 08:52 WIB
IHSG Menguat, TOOL ARB
IHSG Menguat, TOOL ARB /antaranews.com/

SEPUTAR CIBUBUR - IHSG ditutup menguat 0,4% ke level 7,195 pada perdagangan kemarin (19/9), penguatan IHSG pun disertai dengan munculnya tekanan beli.Investor harus mewaspadai akan adanya koreksi lanjutan ke rentang 6,872-7,065.

Trend Bullish, selama di atas 7.148. IHSG closing di bawah 5 day MA (7.253). Indikator MACD bullish, Stochastic di area netral, break down pola bullish channel, candle doji. Selama di atas support 7.148, IHSG masih berpeluang bullish, target 7.070 (DONE)/7.130 (DONE)/7.175 (DONE)/7.218 (DONE)/7.258/7.312 (DONE)/7.355 (DONE)/7.398.

Dominan power Buy. Range breakout berada di 7.148 - 7.377.Resist: 7.229/7.253/7.274/7.308. Support: 7.168/7.148/7.116/7.073. Perkiraan range: 7.150 - 7.250.

Bursa Wall Street mencatat penguatan. Kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,64%, begitu juga dengan S&P 500 yang naik 0,69%, sementara indeks Nasdaq turut menguat 0,76%.

Investor menanti keputusan suku bunga the Fed minggu ini yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin. Yield treasury 10 tahun AS naik ke 3,51%, tertinggi dalam 11 tahun terakhir.

Sebagian besar bursa Eropa melemah meskipun tidak signifikan, namun di sisi lain DAX Performance Index menguat 0,49%.

Baca Juga: Tempuh 113 KM Demi Miracle in Cell 7, Falcon Picture Apresiasi Umi dan Rahma


Bursa Asia Pasifik mencatat pelemahan. Kemarin bursa regional Asia Pasifik mengalami pelemahan sambil menanti keputusan suku bunga oleh the Fed dan Bank Sentral Jepang (BoJ) pada minggu ini. Nikkei libur sehubungan dengan holiday.

Di antara bursa yang mengalami penurunan signifikan adalah Hang Seng dan Kospi. Di sisi lain BEi mengalami penguatan. Jepang mengumumkan inflasi sebesar 3,0% YoY untuk Agustus 2022. USD dalam tren penguatan terhadap beberapa mata uang, seperti IDR dan JPY. Rupiah berada di posisi IDR 14.975 per USD. ***

Editor: Ruth Tobing

Sumber: Yahoo Finance dailyfx.com CNBC


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x