CLEO Komit Dukung Ketahanan Energi, Ini Strateginya

- 13 September 2022, 18:11 WIB
Direktur Operasional PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) Nio Eko Susilo (kanan) berbincang dengan Managing Director PT Karya Daya Indonesia, Eka Himawan usai penandatanganan deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atas (GNSSA) di Jakarta. Foto: CLEO
Direktur Operasional PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) Nio Eko Susilo (kanan) berbincang dengan Managing Director PT Karya Daya Indonesia, Eka Himawan usai penandatanganan deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atas (GNSSA) di Jakarta. Foto: CLEO /

SEPUTAR CIBUBUR - Emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dari Tanobel Group, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), berkomitmen mendukung program ketahanan energi pemerintah yaitu mempercepat pencapaian target bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia sebesar 23% pada tahun 2025 dan mencapai net-zero carbon emission pada tahun 2060.

Baca Juga: Ngeri, Kepala PPATK Ungkap Transaksi Bisnis Judi Online Tembus Rp155 Triliun

Baca Juga: Majelis Hakim Tolak Eksepsi Lima Terdakwa Korupsi Ekspor Migor
Manajemen CLEO dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa 13 September 2022 menyebutkan, selain menjadi strategi ramah lingkungan di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), hal ini sesuai dengan komitmen aktif Perseroan dalam pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan yang dapat menjaga kelestarian lingkungan sejalan dengan nilai Sustainability pada aspek Environmental, Social dan Governance (ESG) di seluruh unit bisnis.

Saat ini Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap (GNSSA) telah memasuki tahun kelima. Dengan turut serta dalam penandatanganan deklarasi GNSSA ini, Perseroan menunjukkan komitmennya secara sungguh-sungguh melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang terhubung dengan jaringan PLN melalui sistem on-grid di delapan pabrik Perseroan yang tersebar dari Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Dimulai dengan pemasangan PLTS Atap di pabrik terbesar di Pandaan, yang kemudian disusul oleh tujuh pabrik lainnya yaitu di Kediri, Mojokerto, Bojonegoro, Kudus, Cirebon, Gunung Sindur, dan Citeureup.

Baca Juga: Cuma Denny Siregar yang Ngakak Baca Cuitan Bjorka, Hacker Kopas Berita Lawas

Baca Juga: Bjorka Hacker Receh, Mahfud MD: Data yang Diumbar Bukan Rahasia

Seluruh PLTS Atap tersebut diharapkan sudah dapat dioperasikan di akhir tahun 2022. Tidak berhenti di situ saja, komitmen manajemen PT Sariguna Primatirta Tbk terhadap EBT masih berlanjut dengan rencana pembangunan PLTS Atap di tahun-tahun berikutnya.

Selain merupakan salah satu cara ideal dalam upaya untuk meningkatkan bauran EBT, mengingat karena letak geografis Indonesia yang sangat mendukung, bagi Perseroan pemanfaatan PLTS juga membantu peningkatan efisiensi energi yang bermuara pada penurunan biaya operasional.

Halaman:

Editor: Ruth Tobing


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x